Berpikir yang Tidak Dipikirkan Orang Lain
Saya orang yang tidak masuk akal. Kalimat ini sering digunakan orang yang saya kenal—keluarga, teman, mitra kerja, karyawan, dan kritikus—untuk menggambarkan saya. Kadang kala, ada pula yang menyebut saya gila atau sinting. Pada titik tertentu mereka semua menyebut saya tidak masuk akal karena tujuan yang tidak realistis, tenggat waktu yang tidak mungkin dipenuhi, gagasan-gagasan yang terlalu berlebihan, atau pendekatan yang menginjak-injak kebijaksanaan konvensional. Saya percaya bahwa tidak masuk akal justru menjadi kunci sukses saya. Dalam buku ini, saya ingin memperlihatkan bagaimana menerapkan cara berpikir tidak masuk akal akan membantu Anda mencapai sasaran-sasaran yang menurut orang lain jauh dari jangkauan, seperti yang saya alami.
Lebih dari enam dekade lalu, saya menjalani empat karier: akuntan, kontraktor, perencana masa pensiun, dan filantropi. Saya menjadi orang pertama yang membangun dua perusahaan Fortune 500 dari bawah dalam dua industri berbeda. Enam miliar dolar yang saya peroleh dalam bisnis saat ini, digunakan untuk membantu mereformasi pendidikan publik di Amerika, mengumpulkan dua koleksi seni kelas dunia, dan membuatnya bisa diakses secara luas, serta menyediakan pendanaan bagi usaha rintisan (start-up) yang serius untuk riset biomedis canggih.
| PBB7168 | 158.1 ELI B | My Library (100) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain